[Happy] Ending! (Part 2 - hug)

Wattpad: @zyrshr




Aku sontak berdiri. Berjalan mundur menjauhkan diriku pada Sehun.

Terdiamnya Sehun seolah memberi penjelasan mengenai apa yang sedang terjadi pada kita, dengan keluarganya, dengan dirinya.

Sehun ikut berdiri memanggil namaku tapi tidak mendekat padaku.

Aku memberi perintah padanya agar tak mendekatiku.

Aku menyisir rambutku frustasi. Menahan segala perasaan campur adukku.

Aku kesal. Marah. Kecewa. Menyesal. Sakit hati.

Aku tidak tahu harus mengatakan apa padanya. Tingkah laku Sehun tidak bisa membuatku berpikir jernih.

Aku ingin menangis. Rasa sesak dalam dadaku tak bisa aku tahan lagi.

Aku ingin sendirian.

"Aku ingin sendiri," kataku menunduk tidak melihat Sehun.

"Kau bahkan belum mendengar perkataanku."

"Aku lelah. Nanti saja kita bicara lagi."

"Nanti kapan?" Tanyanya seperti memaksa.

"Jangan bertanya pada orang yang sedang sakit hati," kataku menahan suaraku agar tidak berteriak.
Aku tidak tahu apa yang sedang Sehun lakukan, tapi aku merasa jika Sehun sedang memperhatikanku.

Aku masih menunduk. Sangat ingin meneteskan air mata.

Untuk beberapa saat kita sama sama terdiam. Seperti sedang bertanding pertahanan diri.

Tiba-tiba aku merasakan pelukan hangat Sehun. Sangat erat. Membuatku tidak dapat menahan air mataku lagi. Aku meneteskan air mata, menangis tanpa suara dalam dekapannya. Ia mengecup puncuk kepalaku lalu mengelus kepalaku lembut.

Malam ini. Dengan tanpa suara. Kita melewatinya dengan pelukan hangat dan erat. Dengan air mata.


*****


Satu minggu berlalu.

Hubunganku dengan Sehun masih berjalan seperti biasa. Kejadian hari itu seolah tidak pernah terjadi, walaupun kita sama-sama tahu bahwa kita masih mengingatnya dengan jelas.

Aku sampai di depan apartemenku. Memasukkan pin rumahku yang baru.

Ya. Aku mendengarkan Sehun. Keesokannya begitu Sehun pulang hari itu aku langsung mengganti pin rumahku. Walaupun hanya mengacak angka yang sebelumnya.

Aku membuang nafasku keras. Merasa lelah dengan entah apapun itu. Keluar dari gedung tempatku bekerja. Aku adalah kekasih seorang pria dari keluarga Oh yang begitu menjunjung tinggi nilai budaya tradisional negara ini.

Aku masih memikirkan apakah aku harus berlatih atau sekedar membaca sejarah mengenai budaya negaraku lagi agar saat bertemu dengan keluarga Oh aku tidak terlalu terlihat bodoh.
Tapi Sehun mengatakan padaku hal itu akan sia-sia karena saat bertemu dengan keluarganya nanti yang akan berada di ujung tanjuk bukan diriku. Melainkan hubungan kami.

Beberapa hari yang lalu Sehun memintaku untuk ikut bertemu dengan keluarganya hari Minggu pekan ini.

Sehun bilang mereka akan melanjutkan pertemuan mereka Minggu lalu. Tapi kali ini Sehun membutuhkan aku sebagai "bukti".

Tak perlu banyak bertanya, dalam pikiranku sudah terdapat gambaran apa yang telah dan akan terjadi di pertemuan keluarga Oh ini.
Walaupun mungkin tidak jelas tapi gambaran singkatnya seperti ini.

Minggu lalu Sehun pergi ke Daegu, kediaman orang tua ayahnya. Mereka melakukan pertemuan keluarga besar Oh mengenai pewaris perusahaan mereka.
Sebagai seorang cucu laki-laki yang paling besar dari cucu-cucu lainnya,  Sehun terpilih sebagai pewaris kelima perusahaan Oh. Dengan syarat, Sehun harus telah memiliki istri. Maka dengan itu, pemilik perusahaan Oh sekaligus Kakek Sehun, telah menyiapkan perjodohan Sehun dengan seorang wanita dari perusahaan yang juga menjunjung tinggi nilai budaya tradisional Korea juga.

Sehun yang sangat tidak suka diatur tentu saja menolak perjodohan itu. Apalagi saat ini ia sedang menjalin hubungan denganku, orang yang saat ini ia cintai. Setauku.

Tapi perlu kalian tahu juga. Walaupun Sehun tidak suka diatur, tapi ia termasuk orang yang sangat penurut.
Membingungkan bukan?

Sangat membuatku gelisah. Aku tidak tahu keputusan apa yang akan Sehun ambil.
Apapun keputusannya, aku akan menerimanya.


***


Aku turun dari mobil setelah Sehun membukakan pintunya untukku. Aku sudah merasakan suasana tradisional sejak mobil Sehun memasuki gerbang rumah ini. Walaupun ada unsur modernnya namun tidak menghilangkan kesan tradisionalnya.

Aku merapikan dress yang aku gunakan. Menarik nafas lalu membuangnya cepat. Aku sangat gugup bertemu dengan keluarga besar Oh. Ini pertama kalinya aku bertemu dengan mereka.

Sehun memegang tanganku, seolah memberikan energi agar aku tidak terlalu gugup. Walau sebenarynya hal itu tidak terlalu membantuku.

Aku memperhatikan rumah yang akan aku masuki. Benar-benar terlihat tradisional dan juga mewah. Jika dalam drama korea, rumah ini seperti istana pada zaman dinasti. Ya kurang lebih seperti itu.


Dibagian depan rumah sudah ramai oleh orang-orang yang saling menyapa selamat datang. Aku melihat seperti dua keluarga yang sedang saling menyapa kabar dan sebagainya.

Sehun melihat kearahku, mengeratkan pegangannya pada tanganku.
Meyakinkanku jika apapun yang terjadi dia ada disampingku.

Sesampai di pintu depan, aku bertemu dengan Ibu Sehun. Ia tersenyum dan menyapaku dengan ramah, seperti biasa.

"Pasti gugup ya pertama kali datang kesini," kata Ibu Sehun.
Aku tersenyum, tidak menyangkal ucapannya.

"Kalau begitu, ayo masuk. Kita langsung saja ke ruang utama. Semua tamu sudah datang." Katanya lagi.

Kamipun berjalan bersama menuju ruang utama.

Aku tidak terlalu banyak berbicara pada Ibu Sehun seperti biasanya. Baru aku sadari, ternyata aku sangat gugup lebih dari yang aku pikirkan.

Kami memasuki ruang utama yang Ibu Sehun maksud, kami menjadi orang terakhir yang bergabung disana.

Aku melihat sekilas raut wajah kakek Sehun, seperti tidak terlalu suka dengan kedatangan kami. Oh, entah hanya aku.

Suasana di ruang utama terasa begitu menegangkan bagiku. Entahlah, tapi aku merasa yang datang kesini hari ini bukan hanya keluarga besar keluarga Oh tapi juga orang-orang yang berkepentingan bersangkutan dengan perusahaan Oh.

"Mereka semua bukan keluarga besar Oh," bisik Sehun seolah dapat membaca pikiranku.

"Pantas saja terasa begitu formal," kataku juga berbisik.

"Jangan menunjukkan keterkejutanmu, apapun yang terjadi." Katanya tiba-tiba.

Aku mengerutkan kening, ucapan Sehun membuatku bingung. Aku ingin kembali berbicara lagi tapi Kakek Sehun sudah mulai berbicara.

"Selamat siang semuanya. Terima kasih telah menyempatkan datang pada acara hari ini. Terutama pada keluarga besar Kim yang merupakan tamu penting kami hari ini." Tamu yang sepertinya keluarga Kim tersenyum, menyambut kembali ucapannya, sedikit mengangguk untuk menandakan jika mereka menerima sambutannya.

"Sebelum menuju puncak acara hari ini, saya ingin menyampaikan alasan acara ini diadakan." Lanjut Kakek Sehun.

"Hari ini, saya akan mengadakan acara pertunangan cucu pertama dari keluarga Oh, yang sekaligus akan menjadi penerus perusahaan Oh."



_TBC_

See you...
Maaf kalau ceritanya bikin boring, masih baru bikin-bikin ceritaa
Terima kasih telah membaca!!!! :D)))



Comments

Popular